Business start-up tips: Stop berbisnis “kata orang”

Penulis : Hasan Basri (TDA Keuangan, Kesekretariatan, Membership, Manajemen milis ) – pelajari “how to”- dan bukan “why”-nya.- Karena dibesarkan di lingkungan “jawa” serta budaya yang ditanamkan di sekolah, sejak kecil ukuran kepantasan perilaku diukur dari “asumsi” yang dibuat sendiri tentang ” apa kata orang nanti”. Butuh waktu lama, bagi saya untuk keluar dari ” kotak korek api” buatan sendiri ini. Demikian juga dalam berbisnis,paradigma awal selalu: apakah ini pantas dilihat orang lain?bukan pada intinya: apakah ada cashflow..Tidak heran, secepat usaha saya untuk memulai, secepat itu pula berhenti, karena bisnisnya ” memalukan” saya di depan orang lain… Ada “bahaya” nya juga jika terlalu terkesima dengan orang sukses. Secara budaya, langsung bisa diterima karena orang lain juga pasti mengaguminya. Namun, belum tentu bisnis mereka cocok dan menjadi jalan kita..( umumnya kita hanya mengetahui puncak gunung es-nya, di bawahnya pasti penuh dengan kisah2 perjuangan). Berbisnis adalah masalah Cash Flow. Stop berbisnis karena asumsi “kata orang”. Untuk mempercepat proses pembelajaran bisnis, jalan terbaik dan tercepat adalah magang kepada pebisnis sukses, pelajari “how to”- dan bukan “why”-nya. Semoga bermanfaat dan mohon maaf jika tidak berkenan. (artikel lain bisa di-klik di http://hasanbasri.com...

Read More