Month: April 2009

A Pramono, Dari Office Boy Jadi Miliarder

Warta Kota .   Selasa, 14 April 2009 | 08:44 WIB KOMPAS.com – Kisah perjalanan hidup A Pramono (34) mirip cerita sinetron. Belasan tahun lalu, ketika pria kelahiran Madiun ini mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, ia memulainya dengan menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu ia beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan. Ternyata sukses. Kini Pramono sudah menjadi miliarder yang memiliki banyak usaha. Siapa yang tidak ngiler? “Kalau cerita saya dibikin sinetron mungkin akan menarik,” kata pria pemilik usaha Ayam Bakar Mas Mono ini ketika bercakap cakap dengan Warta Kota di salah satu kedainya di Jalan Tebet Raya No 57, Jakarta Selatan, baru-baru ini. Namun, ayah satu anak yang akrab dipanggil Mas Mono ini buru buru menambahkan bahwa sukses bisa diraihnya setelah melewati proses yang cukup panjang. la meyakini, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang instan. Artinya, kalau ingin sukses mesti lewat perjuangan. “Orang tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, ketika memulai usaha ini saya harus ke pasar jam tiga dinihari. Jam empat subuh sudah menyalakan kompor, ketika kebanyakan orang masih tidur,” ujar Pramono. Awalnya, suami Nunung ini berjualan ayam bakar di pinggir Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, persisnya di seberang Universitas Sahid. Di tempat itu, setiap hari-kecuali hari libur dia menggelar tenda, bangku dan meja untuk berdagang. Dengan memakai kaus, celana gombrang dan sandal jepit, dia setia melayani pembeli yang datang dari pagi sampai...

Read More

TDA dan “Era Sejuta Bill Gates”

www.wartaekonomi.co.id Minggu lalu saya bertemu Mas Iim Rusyamsi, Rosihan, dan Mbak Inez. Ketiganya dari komunitas Tangan Di Atas (TDA). Lama ngobrol dengan mereka, banyak pelajaran yang saya dapat. Cerita mereka mengenai bagaimana TDA “beroperasi” membuat saya takjub. Takjub, karena model komunitas yang saya bayangkan selama ini, yaitu apa yang saya sebut “value-creating community”, berlangsung dalam format sederhana di komunitas yang baru berusia tiga tahun ini. Sebelumnya saya membayangkan value-creating community ini hanya ada pada kasus-kasus hebat, seperti komunitas Linux, komunitas Mozilla Firefox, komunitas programmer amatir Nokia, komunitas InnoCentive, komunitas Wikipedia, atau komunitas Facebook. Namun, rupanya cikal bakal komunitas pencipta nilai ini sudah ada di negeri ini. Saya pun berharap komunitas seperti TDA ini bisa menjadi model terbentuknya komunitas-komunitas sejenis secara massal di negeri ini. TDA adalah komunitas (offline-online) yang menghimpun orang-orang yang mau dan sudah menjadi entrepreneur. Dalam visi-misinya, komunitas ini memiliki tujuan mulia: mencetak 10.000 pengusaha miliarder sampai dengan tahun 2018. Untuk mewujudkannya, mereka menggunakan medium komunitas. Mengapa? Sebab, mereka yakin bahwa dengan berbagi, saling mendukung, memecahkan persoalan bersama, dan bersinergi satu sama lain, persoalan seberat apa pun akan mudah terpecahkan. Dalam waktu tiga tahun, jumlah anggota TDA berkembang pesat hingga mencapai sekitar 5.000 orang yang tersebar di berbagai kota di Tanah Air. Untuk memfasilitasi para anggotanya, komunitas ini telah menjalankan beragam kegiatan produktif, mulai dari seminar, workshop, pameran, diskusi online, webinar, business coach, buka kios bersama, leverage...

Read More

MM Jaksel di meeting TDA JASA

Pertemuan yang digagas pak Fico dan Pak Lutfiel serta akhirnya di support TDA PR & Net Working berlangsung luar biasa. Ternyata anggota MM jaksel yang datang ke pertemuan itu lumayan banyak, diantaranya Bu Sri, pak Irwan, pak Dudun, Pak Kika dan pak Idham Mashar. Acara yang dimulai agak terlambat, ternyata makin siang makin banyak yang bergabung memenuhi ruang meeting di JACC yang adem dan full hotspot ini. Pertemuan di buka dengan saling perkenalan sesama anggota, ternyata yang hadir banyak “gajah-gajah” yang besar di bisnisnya. Beberapa nama yang biasanya hanya muncul di milis ternyata menjadi kawan ngobrol yang asyik di offline ini. Betul jugayang di katakan Fouder-pak Roni- bahwa TDA dibangun dari pertemuan Offline, milis hanya jalur komunikasi kesekian. Sharing bisnis dilakukan oleh mas Yuswa, Pemilik LPK Internusa. Mas Yuswa yang bergabung di TDA sejak awal membuka ilmu dan perjalanan karirnya sehingga saat ini memiliki 6 cabang dan berencana tahun ini untuk berekspansi besar-besaran hingga ke luar daerah. Lompatan bisnis makin cepat semenjak mas Yuswa bergabung di TDA, dimulai dengan penawaran membuka toko di Mangga Dua Square bersama teman2 TDA, kemudian membentuk TDA IT, dan ditawari pameran Franchaise. Dari saat itu bisnis makin membesar dan menciptakan banyak happy problem. Saat ini malahan menjadi salah satu vendor resmi Training ZAHIR yang makin membuat bisnisnya berkibar. Diskusi yang berlanjut setelah sharing makin menghangat, dibahas bagai mana masalah marketing, masalah aspek legalitas, masalah...

Read More

Stand out from The Wave of Crisis

Oleh Hendrik Lim, MBA “Kalau krisis itu begitu hebat, begitu keras dan kalau pun semua orang harus mati karena krisis itu, pastikan bahwa Anda yang terakhir mati,” kata pengusaha besar nasional itu, Lanjutnya : Kalau krisis itu begitu hebat dan panjang, sehingga hanya satu orang saja yang sanggup bertahan, pastikan bahwa Andalah orangnya. Dan jika kalau pun krisis itu tidak menghantam Indonesia, karena kita melakukan semua hal yang benar, maka pastikan kita adalah orang yang paling berbahagia”. Itulah pompa semangat dan optimismis yang disampaikan Chairul Tanjung, bos bank Mega dan kelompok TV yang sedang naik daun. Trans TV group. Ia menyampaikannya kepada ratusan executivenya di bulan Oktober 2008, kalau gelombang krisis financial melanda jagat bumi ini, berawal dari US dan imbasnya terasa hingga Indonesia.(Seperti yang dilaporkan majalah Forbes Magazine December 22, 2008) Ya Chairul Tanjung adalah pengusaha nasional yang sedang berkibar, ia memimpin ParaGroup yang mengawal asset kekayaan sekitar US$ 625 juta, masih menurut sumber yang sama, Forbes. Apakah kerja keras dan optimisme seperti yang disampaikan Chairul Tanjung akan efektif untuk mengawal kerajaan bisnisnya melewati badai krisis ini? Tentu saja. Apa dasar dibalik optimisme seperti itu? Saya ingat pesan George Formen, salah satu petinju legendaris Amerika . Dia bilang kalau ia bertinju, bolehlah tumbang, yang penting musuhnya tumbang lebih duhulu, satu detik saja. Ia hanya perlu bertahan lebih lama sedikit saja dari musuh tandingnya. Kalau musuhnya tumbang dulu, berarti...

Read More

ACCOUNTING IZ EAZY !

Dear teman2 TDA Hari rabu kemarin, 1 April sungguh hari yang mencerahkan bagi semua teman di KMM 1 Jaksel. Hari itu kami diberkahi ilmu tentang akuntansi dengan menggunakan pendekatan yang unik sehingga memudahkan kita yang awam untuk mengelola keuangan dengan baik, benar dan mudah dilakukan. Ilmu AKUNTANSI IS EAZY disodaqohkan oleh anggota TDA ibu Lyra Puspa yang merupakan mentor utama di PILLAR Business Accelerator, di sela2 kesibukan beliau mengelola beberapa bisnis dan coaching clinic ternyata langsung menyanggupi untuk memberikan pencerahan bagi KMM1 yang rata-rata pengelolaan keuangannya belum rapih ditambah Peserta tamu dari KMM jaksel lainnya. Akuntansi merupakan kelemahan tipikal bisnis UKM yang lebih fokus pada action, produksi dan sales semata. Hal ini tidak salah di awal perjalanan bisnis kita. Namun seiring waktu, kebutuhan akan pencatatan keuangan yang baik dan benar menjadi suatu keharusan. Banyak teman-teman (termasuk saya….he..he…..) yang ditanya laba tahun lalu tepatnya berapa, biasanya menggelengkan kepala atau memberikan angka omzet yang tidak memberikan keterangan yang tepat keuntungan kita pada suatu periode. PRINSIP DASAR AKUNTANSI dimana ASET = LIABILITY + EQUITY oleh ibu lyra dijabarkan dalam membentuk lembaran kerja (1 lembar) yang mencantumkan semua jenis transaksi keuangan yang juga ditambahkan kolom koreksi. Lembar kerja ini dibuat secara sederhana di EXCEL , jika kita mengisi dengan kurang benar, maka kolom koreksi akan menunjukkan bahwa penempatan transaksi kita belum berada di kolom yang tepat. Tidak di bahas tentang debit dan kredit...

Read More
  • 1
  • 2

Follow Us

Recent Videos

Loading...