Andai para atlet itu memiliki skill wirausaha  !

Detik.com saat ini memberitakan tentang para pahlawan olahraga  yang menjual medali demi sesuap nasi..!   Pernahkan kita terhenyak dengan nasib mantan atlet  yang menjadi penjaga pintu klab malam? Masihkan adakah  atlet kita yang mencari nafkah menjadi penjual makanan di kantin kecil?  Semua cerita itu atau bahkan yang lebih tragis  lagi dari itu nampaknya menjadi suatu keseharian yang banyak kita temukan dewasa ini.

Dibekali anugerah  fisik dan ketrampilan yang luar biasa dari saudara sebangsanya dan berjibaku mengharumkan nama negara hingga ke mancanegara bukanlah jaminan pasti bahwa hidup mereka akan selalu berbau harum kemenangan. Ketika berjaya mereka seakan bergelimang ketenaran dan digelontori banyak uang, bonus, hadiah serta sumbangan dari banyak pihak, namun semua itu lenyap ketika tubuh mereka sudah mulai kalah bersaing dengan generasi berikutnya.

Pemerintah dan masyarakat luas selalu mengekspresikan rasa terimakasih kepada para pahlawan  olahraga ini dengan berbagai hadiah dan bonus uang yang dari tahun ke tahun nilainya makin luar biasa, seakan dengan hal ini hutang budi kita pada para atlet terbayar sudah.  Namun tanggung jawab kita ternyata jauh lebih dari itu, para atlit yang menceburkan dirinya di dunia olahraga juga mengorbankan dirinya untuk tidak bisa menekuni bidang lain termasuk belajar bagimana berbisnis dan menjadi wirausahawan mandiri.

Apakah mereka tahu filosofi street smart finance dari legendaris motivator Tung Desem Waringin ? Pernahkah mereka mendengar filosofi Quantum  Resign dari Sonny Sofyan ? pernahkan terpikirkan oleh mereka untuk “membakar kapal” ala Purdi Chandra?  Sudahkah mereka bergabung dengan para  wirausahawan  Komunitas Tangan Diatas   atau Indonesian Business Forum  yang fenomenal?  Akankah mereka menjalankan “direct business” “multi level” “online business” “Internet Marketing” “deposito  emas GTI” ?  Jangan salahkan mereka jika mereka belum mengenal itu semua karena fokus mereka hanya satu berlatih dan berjuang untuk kemenangan Indonesia.

Jika mereka memiliki keahlian street smart finance ala Tung desem, maka mereka akan belajar cara mengalokasikan aset mereka, bagaimana mengelola harta mereka, bagaimana menginvestasikan kekayaan mereka dengan bijak dan memilih bisnis apa yang bisa mereka kerjakan serta ribuan tips lainnya yang bermanfaat, mereka akan tahu bahwa bisnis mereka harus menghasilkan minimal 20 % profit jika tidak ingin bisnis pilihannya berdarah-darah hingga perlu masuk  UGD dan di suntik mati.

Jika mereka kenal Yuswohady maka mungkin saat ini mereka akan mulai dengan intens membentuk branding mereka melalui social media yang marak dewasa ini.

Banyak yang  bisa menginspirasi mereka pilihan jenis bisnis dan investasi yang  patut untuk di tekuni, mulai dari properti hingga emas yang saat ini sedang naik daun. Hanya saja untuk menemukan teman berbagi dan sharing kegagalan adalah suatu kesulitan tersendiri bagi  karena mereka belum menemukan komunitas bisnis yang bisa membantunya. Siapa yang tidak kenal Susi Suanti dan Alan Budi Kusuma Pahlawan Indonesia dalam Olimpiade 1992 mereka adalah salah satu contoh yang bisa menginspirasi atlet-atlet sekarang yang sedang berjaya agar jangan mabuk kemenangan dan terlena dengan masa keemasan.

Nama mereka melambung di Olimpiade 1992 saat berhasil memenangkan medali emas tunggal putra dan tunggal putri dalam cabang olahraga badminton. Alan dan Susi kemudian menikah. Setelah gantung raket, pasangan dengan tiga buah hati ini mencoba berbagai macam bisnis. Namun, seolah burung yang kembali ke sarangnya, Alan dan Susi akhirnya memutuskan untuk menekuni usaha pembuatan alat-alat badminton. Mereka menggunakan merek Astec yang menjadi sebuah singkatan dari “Alan Susi Teknologi”. Tidak hanya raket badminton, Astek juga membuat sepatu bulutangkis dan futsal.

Wirausaha kadang bagi mereka adalah dunia “gila” yang mereka temukan ketika membaca koran disela latihan mereka.  Gimana gak gila bisa dapet properti seperti apartemen tanpa modal duit? Atau ritual aneh cukup dengan “percaya” maka impian anda bisa terwujud nyata?

Jika anda atlet dan makin runyam membaca isi materi ini karena makin banyak istilah dan pilihan bisnis yang “asing”, berarti sudah saatnya anda mencari teman ngobrol yang mau share semua ini dengan ikhlas.  Silahkan coba kontak bang jay, pak roni, pak iim, mas purdhie, om bob , Bu lyra dan seribu satu nama luar biasa lainnya yang dengan iklhas pasti akan memberikannya.  Jika ini pun sulit, silahkan kontak saya  atau masuk ke www.gtisyariah.com dan saya akan ladeni semampu saya bisa. Bukan berarti saya sehebat para maestro diatas, namun ini adalah rasa terimakasih yang tulus atas pengabdian mereka yang luarbiasa terhadap negara tercinta ini.

Silahkan jalan-jalan ke www.tangandiatas.com, atau ke www.tdajaksel.com, atau www.tdasurabaya.com,  www.tdadepok.com , www.tdabekasi.com www.tdacikarang.wordpress.com, www.tdasemarang.org   atau web lainnya untuk belajar sambil berlatih.

Semoga atlet kita makin jaya hingga masa senja yang gemilang.

Irwan The Chapter