Judul Buku : Bridging The Gap of Performance
Pengarang  : Hendrik Lim, MBA
Penerbit   : PT. Elexmedia Komputindo

Sebuah Cermin yang jernih bagi pembaca untuk melihat diri

Membaca buku tulisan Hendrik Lim yang berjudul Bridging the Gap of Performance ini  seperti sedang bercermin di depan cermin yang sangat lebar dan jernih. Apalagi jika kita membaca sambil membayangkan situasi yang sedang diri kita  sendiri hadapi atau secara umum yang dihadapi orang saat mengalami stagnasi karier, bisnis atau pribadi bagai membentur tembok. Uniknya bukan hanya masalah bisnis, dan karier buku ini sangat cocok untuk persoalan utama nilai nilai kehidupan termasuk pengembangan pribadi. Kadang tidak sengaja saya tersenyum,  kadang membenarkan atau mentertawakan ilustrasi lewat gambar lucu yang dipaparkan penulis. Gaya tulisan yang populer dan campur aduk dengan istilah istilah bahasa inggris menambah kerenyahan buku ini untuk dibaca dan membuat terus tertarik membaca sampai selesai. Padahal ada banyak buku yang antri untuk saya baca.

Kenapa seperti bercermin?

Menghadapi masalah yang sama terus menerus dan hampir tidak tahu jalan keluarnya yang disitilahkan oleh penulis membentur tembok adalah pengalaman banyak orang. Jika kita menghadapi masalah ini dan tidak ada jalan keluar, selanjutnya gampang sekali kita menarik kesimpulan diri sendiri berdasarkan fakta fakta tersebut bahwa kita memang ditentukan untuk gagal. Mulai menyalahkan diri dan semakin mengalami kehilangan kepercayaan diri. Inilah yang secara cerdik penulis sedang menawarkan apa yang sedang dibutuhkan oleh pembacanya. Sesuatu yang menjadi rahasia sukses tokoh tokoh yang penulis ceritakan dibuku 201 halaman ini, yaitu rahasia kesuksesan adalah tidak focus pada diri tetapi menjawab kebutuhan orang.

Hendrik Lim mampu secara jeli menawarkan solusi tanpa mengurui, sehingga pembaca tidak diberikan satu jalan keluar tetapi diberikan pilihan sekaligus dengan akibat yang ditimbulkan dari setiap pilihan tersebut.  Sebuah solusi yang sangat baik adalah dengan merubah sudut pandang atau point of view keluar, berhenti sesaat dan secara jernih dalam melihat masalah . Sebenarnya memang tidak ada kalau kita tenang dalam menanggapi sesuatu tidak ada good news atau bad news, yang ada hanyalah news, karena semua tergantung sudut pandangnya.  Sesuatu yang buruk bisa menjadi baik atau sebaliknya tergantung sudut pandang kita.

Menantang untuk berubah

Penulis mampu mengungkapkan sebuah keadaan yang acapkali membuat kita membuang waktu berlama lama atau jalan ditempat tanpa sadar sering kita alami. Misalnya kita merasa punya pengalaman puluhan tahun, tetapi sesungguhnya bisa jadi hanya pengalaman satu tahun yang diulang ulang sepuluh kali. Akibatnya bukan  hanya memboroskan waktu tetapi kita hanya melakukan hal yang sama bertahun tahun dan berharap hasil yang lebih baik, menurut penulis jika kita melakukan hal yang sama tetapi berharap hasil yang lebih baik namanya adalah orang gila definisi baru. Intinya pembaca ditantang untuk berani melakukan hal hal baru yang bisa menghasilkan terobosan baru.

Secara lugas buku ini juga menawarkan tantangan kepada pembaca untuk mengalami terobosan dengan  cara cara yang sangat kreatif dan membuat kita dibukakan dengan sebuah pengertian yang baru. Namun tidak tergesa gesa apalagi dengan cara instan sebaiknya dengan mengambil waktu untuk melakukan perenungan dan kontemplasi.  Sesuatu yang baik tidak pernah datang dengan sendirinya mesti diupayakan, dicari, diketuk, diminta. Karena yang mencari akan mendapatkan , yang mengetuk pintu akan dibukanan dan yang meminta akan diberikan.  Inilah yang menarik dari buku Hendik Lim ini, karena semua ide dan terobosan yang ditawarkan bisa di implementasikan.

Bagi perseorangan atau pribadi buku ini memiliki dampak yang sangat kuat pada pembacanya apalagi jika membacanya hingga tuntas. Hampir semua hal yang ditawarkan sangat menantang untuk melakukan dan mengevaluasinya hingga mengalami apa yang disebut terobosan.  Demikian juga dengan contoh contoh kasus yang dipilih sangat membumi dan real seperti yang dihadapi oleh kebanyakan orang yang sedang membentur tembok dalam karier maupun bisnisnya.

Meski buku ini sangat kuat dalam mengiring pembaca untuk menikmati setiap halaman dari ide dan cerita yang ditawarkan penulis tetapi buku ini lebih banyak menyentuh area pribadi.  Sayangnya penulis kurang banyak mengupas keuntungan dari korporasi yang para eksekutif dan managernya mengalami terobosan.  Padahal jika hal ini digali maka buku ini bisa menjadi buku pegangan yang sangat  baik bukan hanya untuk pribadi yang mau terus berkembang tetapi juga untuk sebuah korporasi.

Namun demikian buku ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi korporasi jika semua individu mengalami terobosan terobosan dalam area area yang selama ini terus berkutat dan tidak bergerak maju. Ini artinya buku ini menjadi buku yang juga bernilai bagi korporasi yang sedang mengalami jalan buntu, maupun yang sedang bergerak pelan. Mereka yang mengalami jalan buntu mendapat isnpiratif untuk berani melangkah dan mengalami terobosan baru dan bagi yang sedang maju secara pelan dan bergerak lebih cepat memimpin pasar tetap terus kreatif menemukan hal- hal baru dan terus melaju sebagai pemimpin pasar.

Sayangnya meski buku ini sangat bisa diaplikasikan dan memberikan ide ide kreatif maupun terobosan saat menghadapi persoalan, kemasan buku ini  terkesan sederhana. Selain kualitas kertas agak buram juga judulnya masih sulit dicerna ketika melihat buku ini ada di toko  buku, judulnya tidak langsung menarik perhatian untuk dibuka. Termasuk sub judul yang ditulis dengan warna merah dan latar belaikang warna hitam agak sulit dibaca. Meski demikian semua kekurangan tadi menjadi sirna ketika kita mulai menikmati halaman demi halaman yang ditulis dengan values kehidupan yang sangat berbobot.

Jadi buku ini bisa menjadi sahabat baik bagi mereka yang tidak puas dengan keadaanya sekarang, sedang mengalami masalah terus menerus dan tidak tahu jalan keluarnya seperti membentur tembok dan menemukan rahasia yang selama ini tersembunyi yang sebenarnya sudah ada tetapi belum dilihat dan di ekplorasi oleh kita.

Selamat bercermin, selamat mengalami terobosan.
Kota  Jababeka, 30 Januari 2010

M. Mahayoni, MH
Vice Dean Faculty of Communication, President University
Email: mahayoni@president.ac.id