busway1

Jika peluang kekayaan itu ibarat bus transjakarta,  biarpun busnya deket banget sampai jempolkaki kita terlindas,  kita tetap tidak bisa menaikinya tanpa membayar dan berdiri di halte yang tepat.

Perumpamaan ini TERINSPIRASI  ketika “diberi kesempatan” menghadiri sesi kubik leadership pak Jamil Azzaini, duduk rapih dibelakang dan mendengarkan pintu-pintu rahasia hidup dan bisnis  terbuka, ada beberapa poin yang membekas.

Saya ingin tulis salah satunya untuk mengingatkan diri, sebelum lupa terhapus luka (wuah kaya judul lagu ya….). bo-ong ding ga ada yang luka,cuma mendramatisir dikit…he…he..

Jamilazzaini : Tingkatkan EXPERTISE, optimalkan ASET maka yang lainnya akan akan mengikuti

atau bahasa lainnya, Fokus lah di TO BE dan VALENSI, maka TO HAVE akan didapat.

Untuk mengejar kesuksesan yang perlu kita lakukan ialah bersungguh-sungguh meningkatkan kemampuan diri kita pribadi:  yang berbisnis training harus selalu mempelajari metode training terbaru, yang bergerak di bidang garment harus giat mencari informasi mode dan trend terbaru, bidang it selalu mau untuk belajar sistim terbaru , yang berdagang tidak malu-malu untuk membuka buku tips dan trik berdagang, yang berjualan online selalu sharing dan googling mencari kunci-kunci pembuka pintu bisnisnya.

Pebisnis handal selalu mengenal  dirinya lebih dari siapapun juga, kemampuan, pribadi, karakter, kelemahan, kelebihan , hobby, kesenangan, dreams, visi, finansial dan aspek lainnya. eksplorasi tiada henti akan aset diri ini yang akan membuat seseorang akan siap untuk menangkap peluang yang muncul sekejap, mempertajam intuisi bisnisnya dan aware terhadap risiko bisnis didepannya.

Ketika kemampuan pribadinya meningkat dan instuisi bisnis terpelihara, maka “kekayaan”  serasa datang dengan sendirinya.

Beberapa orang pesimis selalu mengatakan bahwa ada suatu “keberuntungan” dalam berbisnis, namun mereka lupa, jika expertise dan valensi tidak siap, Sebesar apapun juga peluang yang melintas di depan matanya, tetap  tidak akan ada cerita sukses yang akan kita dengar.

Jika peluang kekayaan itu ibarat bus transjakarta,  biarpun busnya deket banget sampai jempol jari kita terlindas,  kita tetap tidak bisa menaikinya tanpa membayar dan berdiri di halte yang tepat.

Stay Fokus  di TO BE dan VALENSI, maka TO HAVE akan didapat.

Iirwan Rahman The Chapter

thechaptercourse.co.cc