Pertanyaan :

Baru saja baca website bapak di artikel dengan judul diatas (www.sonnysofjan.com) setuju banget pak. saya juga menerapkan hal spt itu. tapi belakangan ada 1 hal yg mengusik pikiran saya. kita lihat dari 2 aspek: aspek proteksi (perlindungan) & aspek nilai uang. kalau kita menyimpan LM (logam mulia/emas batangan bersertifikat dari Antam) nilai uang kita akan terlindungi insya Allah, tp aspek proteksinya nggak kena. sedangkan dengan asuransi pendidikan, dari aspek nilai uang 99,999% nggak dapet, tapi kena di sisi aspek proteksi-nya. jalan keluarnya adalah bagaimana kalau kita lakukan keduanya: menyimpan LM iya & asuransi pendidikan juga iya? memang sih, kita jadinya harus punya alokasi dana unt kedua hal tsb. gimana menurut pak sonny?

(Firmansyah)

Jawaban :

Terimakasih Mas Firmansyah atas pertanyaannya. Sebetulnya jawaban atas pertanyaan ini sangat sederhana. Kalau mau ambil asuransi saran saya ambil yang betul-betul mempunyai sifat proteksi kepada jiwa atau asset kita, jangan ditambah-tambah sama yang lain. Contoh : ambillah saja life insurance untuk proteksi jiwa, fire insurance untuk proteksi asset produktif kita terhadap kebakaran..jadi betul2 yang berkaitan dengan proteksi yang merupakan sifat dasar dari asuransi, bukan investasi. Produk asuransi yang saat ini dengan segala turunannya memang menawarkan variasi produk yang sangat banyak, namun hemat saya tetap kurang menguntungkan, karena pada setiap produk investasinya pihak asuransi pasti mengambil margin. Jadi produk asuransi yang bersifat investasi akan mengambil double margin yaitu dari proteksinya dan dari investasinya.

Dengan berinvestasi di emas, kita sedang melindungi nilai uang yang kita dapat saat ini agar nilainya tidak drop secara signifikan pada jangka panjang. Dengan emas, kita bukan sedang melakukan daily trading, tetapi kita sedang melakukan investasi yang sangat panjang waktunya, bisa sampai puluhan tahun. Saat anak kita perlu dana untuk pendidikannya 15 tahun dari sekarang misalnya, Rp 100juta yang kita dapat saat ini, jika kita convert ke emas maka pada 15 tahun yang akan datang emas tersbut bila kita convert kembali ke Rupiah, akan mempunyai buying power yang sama dengan Rp 100 juta kita saat ini, walaupun nilai nominalnya mungkin secara Rupiah udah menjadi Rp 10 Milyar.

Kesimpulannya, fokuslah pada sifat dasar dari produk investasinya. Kalau mau ambil produk asuransi, ambillah yang berkaitan dengan sifat proteksinya. Jangan ambil produk asuransi pendidikan, karena secara jangka panjang Anda rugi.

Dalam konteks pendidikan anak, maka inevstasi pada logam mulia menurut hemat saya jauh lebih bijaksana dan menguntungkan.

Selanjutnya terserah Anda…….Semoga bermanfaat

Sonny B Sofjan
www.sonnysofjan.com