Dalam beberapa kesempatan silam ketika asyik ngobrol dengan teman-teman mengenai “mau bisnis apa ya?”.  Tidak sedikit saya menemukan ide–ide bisnis yang terlontar dari teman-teman yang sangat antusias untuk menjadi pebisnis, bahkan banyak juga yang sesungguhnya memiliki kemampuan atau  ketrampilan yang bisa dijual.

Kecerdasan dalam membaca peluang memang perlu di biasakan dan di asah. Namun, ada sisi yang menurut saya agak mengganjal pikiran, hampir dari yang saya temui lebih konsen dan fokus memikirkan bagaimana produksinya,  mencari cara bagaimana cara membuatnya, berusaha mencari modal untuk melengkapi peralatan dan alat produksi dll.

Tapi ada satu hal yang penting, cenderung diabaikan, jarang di lakukan, apakah itu? Ya, tentu saja “Market”
Begini, kebetulan kejadian ini menimpa saudara saya beberapa tahun silam ketika mencoba membangun bisnisnya. Idenya cukup bagus, jika dilihat potensi pasar juga Ok, begitu antusiasnya melihat peluang, langsung dibeli peralatan & perlengkapan produksi hingga puluhan juta, kemudian langsung juga produksi massal hingga ribuan sachet (alasan nya biar costnya murah jika produksi sekaligus banyak). Lalu apa sesudah itu? Bingung deh, mau di kemana kan produknya 🙂
Bahkan hingga kini masih banyak stok yang tersisa di gudang rumahnya, enggak tau deh apakah sudah expired atau tidak ?

Cukupkah jika mengetahui Potensi Pasarnya saja?
Sebenarnya saya pribadi tidak menguasai teorinya. Ringkasnya begini, ketahui dulu segmen yang mau di bidik, benar-benar butuh atau tidak? apakah laki-laki atau perempuan, kelas menengah atas, sedang atau bawah, dewasa, orangtua atau anak-anak, komunitas tertentu atau publik dll. Cukupkah sampai disini? Ternyata belum, karena banyak juga para pebisnis yang sudah menulis rincian siapa target marketnya, lalu apanya yang kurang??

Cari tahu bagaimana caranya agar produk anda bisa menyentuh ke target market yang telah anda bidik Cari tahu bagaimana cara mengkomunikasikan produk Anda hingga target market yang tidak tahu  menjadi tahu keberadaan Anda. Bahkan tidak hanya tahu saja, tapi tergerak untuk membeli produk yang anda tawarkan.

Jadi  ketahuilah cara menyentuh market yang anda inginkan lalu setelah itu cari barangnya, cari bagaimana membuatnya.

Lalu bagaimana jika pasarnya sudah jelas, calon pembeli sepertinya  antri menunggu produk jualan anda, gampang…buru buru cari dimana suppliernya atau produsennya bahkan kalau bisa ke depannya bagaimana cara membuatnya.

Ridwan
http://www.ridwanfirdaus.com