Jam 12.00 teman-teman istirahat makan siang,

Terlihat beberapa rekan langsung masuk antrian untuk makan siang, beberapa lainnya mengantri ke mesjid dan ada yang kalap membeli produk-produk teman TDA peserta pameran.

Oma Aning sibuk melayani para pembeli dan penggemar (kaya artis nih oma). Sedang Ibu Diah, Pak Ronny dan Pak Iim diwawancarai RCTI dan TV One. Kemudian mereka menghadiri Pers Conference dengan media cetak khusus untuk publish Milad serta memperkenalkan Komunitas TDA.

52

Pak  Iim sedang diwawancara beberapa televisi

Acara sesi berikutnya menampilkan Bapak Yuswohady, pria yang dikenal dengan panggilan Mas Wo ini dari Markplus Institute of Marketing .

Materi yang diberikan langsung menyentak dan membuat segar teman-teman TDA

Mas Wo dan rumusannya

Yuswohady dengan The Power of Word of Mouth

Kesadaran yang muncul akan “The Real Value of TDA”….. dinyatakan oleh mas Wo.

TDA is phenomenon , TDA adalah suatu fenomena. Dimana trend masyarakat masa depan yang makin melek internet akan memudahkan orang untuk saling berkumpul membentuk komunitas-komunitas sesuai dengan kebutuhannya.

Komunitas ini merupakan pembentuk konsumen yang sangat loyal, bagaikan energi atom di alam semesta ini.

Sekarang saat yang tepat bagi UKM menjadi besar, dimana dengan modal sangat kecil – misalkan membuat blog-, anda sudah bisa punya usaha dan langsung create komunitas masing-masing.

Mas Wo juga menyatakan bahwa TDA adalah fenomena Indonesia, dengan TDA akan terbentuk 10.000 orang Bill Gates di Indonesia. Bahkan Pak Bob Sadino mengatakan TDA akan mengangkat Ekonomi Indonesia di masa depan. Mudah-mudahan semua prediksi ini bisa menjadi kenyataan.

Ibu Mutia dari Action Coach yang mengisi sesi ke 5 menyarankan untuk selalu menjadikan usaha kita berkembang tidak hanya sekedar tumbuh.

Perkembangan bisnis ini mesti terukur dan dievaluasi, jangan asal tumbuh tapi tidak naik profitnya.

Bu Peni Cameron yang membahas Industri kreatif di kesempatan berikutnya menyatakan bahwa :

“Creative” adalah salah satu kemampuan yang mesti dimiliki setiap pengusaha ,tanpa ini maka dipastikan bisnis tidak akan berkembang, seperti yang mas Wo katakan juga, bahwa bisnis mesti berbeda dengan yang lainnya.

Materi Mbak Peni ini sangat menarik dengan ditampilkannya beberapa kartun, cuplikan film, foto-foto unik, semuanya untuk menunjukkan bahwa industri kreatif merupakan ranah yang harus disikapi dengan sikap terbuka dan haus akan kemajuan.

Sesi berikutnya ialah sang “maestro” di industri kreatif, Bang Yoris Sebastian…..Salah satu anak muda yang jadi fenomena dan ikon di industri ini memberikan pencerahan yang sangat luar biasa.

7

Yoris dengan bintang-bintang  tamu Festival

Diceritakan oleh pemuda yang pernah menduduki posisi puncak di Hardrock Cafe di usia 26 tahun, bahwa kreatifitas mesti dibarengi oleh research, sehingga inovasi yang tercipta akan muncul secara cerdas.

Apakah yang hubungannya antara film Ketika Cinta Bertasbih dengan Kecap ?

Reputasi Kecap yang nomor satu dipertaruhkan ketika film “Ketika Cinta Bertasbih” memerlukan satu brand kecap yang akan digunakan oleh pemerannya dalam film tersebut, pemilihannya cukup jlimet dengan mempertimbangkan beragam asosiasi yang telah terpatri pada kecap2 yang ada. Pilihannya jatuh akhirnya pada kecap yang “kurang” ngetop karena kecap yang sudah terkenal terlanjur memiliki image tertentu.

Milih kecap saja demikian ribet apalagi BRAND perusahaan anda so…..

Brand is What People Say it is……
Differentiate your brand
Brand is not only your logo

demikian Mas Yoris Sebastian mengakhiri sesi pencerahannya.

Benar-benar hari yang funtastik, seluruh peserta diberi beragam ilmu yang benar-benar daging semua, sangat sulit menentukan mana materi yang “ lebih “ dari sekian pembicara yang hadir. Tentunya semua tidak bisa terangkum di kolom yang singkat ini…….

Jangan dulu pulang……….

ternyata masih banyak ilmu yang disajikan pada hari ini……..

kami akan sajikan beberapa menit kedepan…

So stay Tuned……

Written by Irwan The Chapter | thechaptercourse.co.cc

Photo by Roni Yuzirman |