Tanggal 19 November 2008 diadakan mastermind Jaksel di Paparon’s Pizza dihadiri oleh Pak Idham, Pak Irwan, Mbak Hanni, Bu Salma, Mbak Siska, Pak Tjarli, Pak Ridwan, Pak Jaya, Pak Andy Rachmat, Bu Sri dan Pak Sonny.
Pertemuan dibuka dengan sharing knowledge oleh Pak Ridwan yang membahas lima tingkat wirausahawan yang didefinisikan oleh Bradley Sugar. Enam tingkat wirausahawan tersebut yaitu:

  • Tingkat 0 adalah Karyawan (Employee)
  • Tingkat 1 adalah Pekerja Mandiri (Self Employee)
  • Tingkat 2 adalah Manager
  • Tingkat 3 adalah Pemilik/Pemimpin (Business Owner)
  • Tingkat 4 adalah Investor
  • Tingkat 5 adalah Wirausahawan (Entreupreneur)

Selanjutnya diisi oleh sharing kondisi masing-masing usaha dan rencana 2 minggu ke depan.
Pak Idham sharing mengenai kemajuan pencapaian profitnya bulan kemarin yang kalau saya konversikan adalah sebesar gaji seorang manajer di perusahaan besar. Beberapa kali beliau tolak order dari perusahaan-perusahaan besar karena meledaknya order yang beliau terima. PR beliau adalah membenahi “toko online” nya yang dinilai sangat efektif untuk bisnis jasa perpanjangan STNK dan BPKB, termasuk pembuatan SIM Internasional.
Pak Irwan sharing mengenai beberapa kemajuan “The Chapter” dengan klien-klien korporatnya. Sebagai rasa syukurnya atas pencapaian-pencapaian The Chapter, juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya, maka konsumsi hari itu disponsori oleh beliau. Pak Irwan masih punya PR untuk menyelesaikan content training yang akan bekerjasama dengan Pak Iim.
Mbak Hanni sharing mengenai “Cooking “Addict” yang mulai running mengadakan kursus membuat kue dan dijalankan bersama-sama dengan Bu Salma. Selain itu Mbak Hanni masih punya “PR” untuk menghabiskan stock baju untuk dijual.
Bu Salma sharing mengenai business propertinya yang sedang dirintisnya di sekitar Bintaro. Saat ini sedang bertransaksi pembelian tanahnya. Beliau sharing mengenai bagaimana hunting lokasi tanah untuk dibangun beberapa rumah (model town house). Menurutnya perlu keberanian untuk bertransaksi tanah selain memiliki insting yang baik mengenai prospek lokasinya.
Mbak Siska sharing mengenai bisnis “Dewi Sambi Tenun” yang saat ini sedang menghadapi tantangan dalam menyediakan bahan baku. Selain itu Mbak Siska juga saat ini mendapatkan peluang-peluang bisnis baru.
Saya sendiri sharing mengenai “Pixethic” yang baru minggu kemarin mendapatkan order yang berasal dari iklan di internet. Masih banyak yang harus dibenahi, terutama dalam membentuk tim yang solid untuk Pixethic yang bisa menyajikan “estetika” yang diidamkan klien.
Pak Ridwan sharing mengenai bisnis “Juice Strawberry” yang sedang dirintis, bagaimana strategi untuk bisa meningkatkan penjualan juice strawberry dengan beli 1 gratis 1, tanpa rugi dengan mendapatkan profit dari menu makanan lainnya.
Pak Jaya sharing mengenai bisnis Toko Buku Online “Sahabat Muslim.com” yang sedang sibuk melayani pembelian buku dari mancanegara. Beliau juga sharing mengenai bisnis layanan pembuatan web dan jasa hostingnya yang masih punya tantangan dalam menentukan harga yang pas.
Pak Andi Rachmat sharing mengenai bisnis “Laptop Second Hand” yang rupanya masih besar peluang pasarnya, terutama disebabkan oleh masih mahalnya Laptop baru.
Bu Sri Khurniatun sharing bagaimana saat ini popularitas “Kurnia Consulting” nya yang sudah dikenal banyak. Saat ini beliau menghadapi tantangan dengan tersitanya waktu untuk mengajar di Perguruan Tinggi. Masih ada PR untuk mengarang buku mengenai Financial Planner Syariah yang belum dituntaskan. Ayo Bu Sri…. cepat-cepat selesai bukunya, biar kita-kita beli dan baca bukunya.
Pak Sonny sharing singkat mengenai bagaimana perjalanan bisnisnya dari seorang employee kemudian merintis usaha, membesarkan usaha, kemudian menjadi investor. Menurutnya salah satu fast track bagi employee untuk bisa keluar dari “Rat Race” pekerjaan kantorannya adalah menjadi Investor. Selain itu juga bisnis harus dikombinasi dengan bisnis properti yang senantiasa harus memiliki cashflow positif. Dengan strategi-strategi nya yang menurut saya spektakuler bisa punya pasif income yang jauh dibandingkan dengan gaji sebagai profesional di perusahaan asing dalam jangka waktu 7 tahun. Beliau saat ini sedang siap-siap menjadi Fully TDA. Insya Allah pada Bulan Desember 2008 ini ya Pak Sonny. Ajarin saya ya Pak Sonny biar bisa Fully TDA juga.
Luar biasa tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam 21 lewat sedikit,
semangat berbagi sangat terasa, masing-masing memberikan masukan yang bisa dipertimbangkan untuk rencana bisnis ke depan, tetapi waktu jualah yang membatasi.
Pertemuan selanjutnya direncanakan akan menyewa tempat yang terjangkau (murah). Yang pasti mastermind Jakarta Selatan sudah hidup kembali setelah cuti karena Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri.
FunTastic …