Kamis 7 Mei 2009 atas undangan DFM 103,4 FM Mastermind Jaksel sebagai bagian dari komunitas Tangan Di Atas (TDA) mengudara selama 60 menit mulai jam 21.00 sampai 22.00 WIB untuk berbincang-bincang mengenai mastermind.

Setelah mengenalkan apa itu komunitas TDA dan sedikit latar belakang bagaimana berdirinya TDA, maka mengalirlah pembicaraan yang dipandu Mbak Dini mengenai manfaat dari mastermind. Hadir saat itu Tjarli (www.pixethic.com), Sopana (www.bengkeldata.com) dan Ridwan memberikan penjelasan secara bergiliran.

Milis Mastermind Jaksel sebagai sarana komunikasi anggota mastermind Jaksel setahun yang lalu, April 2008 masih beranggotakan 15 orang, saat ini Mei 2009 sudah mencapai 103 orang. Dari sebanyak itu, anggota yang aktif mengadakan pertemuan offline dalam Kelompok Mastermind (KMM) ada sebanyak sekitar 42 orang (6 KMM), masing-masing KMM beranggotakan 7 orang.

KMM itu sendiri merupakan sarana berbagi (sharing) para anggotanya yang diadakan setiap 2 minggu sekali. Masing-masing menceritakan apa saja yang telah dilakukan selama 2 minggu yang lalu dengan bisnisnya dan menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk 2 minggu mendatang. Selama sharing tersebut, masukan, pencerahan dan diskusi mengalir dengan lancar dalam rangka saling berbagi. Dalam KMM, budaya memberi diutamakan dibandingkan dengan menerima baik berupa ilmu, pengalaman atau saran yang berguna untuk perkembangan bisnisnya masing-masing. Dalam melakukan kegiatan KMM, mastermind Jaksel menggunakan workbook yang bisa menjadi panduan sederhana dalam melakukan aktifitas bisnisnya.

Manfaat yang diperoleh bagi anggota mastermind adalah memiliki “konsultan” gratis dari sesama anggota, mendapat lingkungan yang mendukung bisnis, belajar dari sesama anggota, memunculkan ide-ide baru, mendapatkan semangat baru dalam menjalankan bisnis, memiliki tempat untuk curhat, menumbuhkan dan menjaga motivasi bisnis juga menambah network.

Dua pertanyaan yang disampaikan melalui SMS adalah mengenai pada saat start up alias memulai bisnis, ketakutan pada saat memulai bisnis yang muncul merupakan salah satunya. Satu-satunya obat bagi ketakutan adalah hadapi dan lakukan saja apa yang ditakutkan (action), mulailah berbisnis, karena jika terlalu direncanakan, biasanya bisnisnya tidak pernah dimulai, terlalu banyak pertimbangan sehingga akhirnya takut untuk bertindak. Kesalahan dan kegagalan adalah bagian dari sebuah kesuksesan, kesalahan dan kegagalan adalah sarana untuk belajar, agar bisa menjalankan bisnis dengan lebih baik lagi.

Pertanyaan satunya adalah mengenai bagaimana menumbuhkan “trust” diantara sesama anggota KMM. Jawabannya adalah bertemulah secara rutin 2 minggu sekali, dengan demikian ikatan emosional akan menjadi kuat. Dengan seringnya bertemu muka, maka secara alamiah trust itu akan tumbuh. Inilah kekuatan dari KMM, pertemuan yang didasari oleh value yang sama dan dijalankan secara alamiah dan datang dari ketulusan untuk saling berbagi.

Pada kesempatan talkshow ini disampaikan bahwa cara termudah untuk menjadi anggota mastermind Jaksel adalah hadir ke acara forum Blok M yang diselenggarakan setiap 1 bulan sekali. Forum ini merupakan forum sharing knowledge bagi anggota TDA, anggota mastermind Jaksel atau bagi umum yang berniat untuk menjadi pengusaha/ belajar berbisnis. Disini bisa bertanya, berdiskusi dan sekaligus berkenalan.

Forum Blok M terdekat akan diselenggarakan adalah pada hari Minggu, 10 Mei 2009 dimulai jam 10.00 bertempat di WATA Kitchen (food court) Pasaraya Blok M. Pembicara pada FBM kali ini adalah Pak Agus Pramono, yang lebih dikenal dengan Mas Mono, pemilik usaha ayam bakar “Mas Mono” yang juga merupakan mentor nasional Entrepreneur University . Beliau adalah sosok entrepreneur yang dimulai dari kecil, berjuang dan berhasil membesarkan bisnisnya. Di bagian lain website ini (www.mastermindjaksel.com) tulisan mengenai Mas Mono bisa dibaca. Bagi para pembaca, yang berminat hadir ke FBM besok, silahkan datang ke acara tersebut, gratis.

Keep moving forward action

Tjarli Suhendra