Mungkin ini adalah film yang benar-benar mengganggu fikiran Saya. Sebuah film yang sangat berani memvisualkan kembali sepak terjang Ray Kroc dalam membesarkan dan membangun McDonalds.

McDonalds yang awalnya dibangun oleh Dick dan Maurice McDonlads, ternyata membesar dan diambil alih oleh seorang ambisius bernama Ray Kroc.

Awalnya Ray Kroc hanyalah seorang sales mixer yang terkejut atas banyaknya pesanan mixer di San Bernardino, California.

Sebuah outlet kecil yang menjual burger tetiba memesan mixer dalam jumlah yang banyak. Outlet itu memang ramai. Orang-orang sampai berbaris mengantri di outlet mereka. Hanya untuk sebuah burger dan sepaket kentang.

Itulah kali pertama seorang Ray Kroc terkesima dengan McD yang dihelat oleh sepasang kakak beradik. Namun disinilah bedanya, Ray Kroc memiliki hasrat menumbuhkan yang lebih tinggi dibanding sang pemilik.

Perlahan Ray Kroc masuk sebagai mitra pewaralaba. Perlahan dia membangun banyak kerjasama dengan banyak franchisee. Lama kelamaan, Ray Kroc mengimplantkan bisnis model property kedalam bisnis McD. Dan perlahan tapi pasti, Ray Kroc berhasil mengakuisisi McD dengan sangat mulus.

Detail perjalanan Ray Kroc dan pembahasan mengenai film The Founder, akan menjadi tema pembahasan kita di zid club dalam beberapa artikel ke depan.

Artikel kali ini, Saya akan berfokus berbicara tentang “obsesi bertumbuh”.

Film The Founder mengajarkan kepada kita tentang urgensi sebuah obsesi dan ketekunan. Dick dan Maurice McDonalds adalah penggagas McD. Mereka berdua yang menemukan “spedee system” di dapur mereka. Burger in 30 seconds, itulah semboyannya. Mereka berdua juga yang mengubah budaya order dengan pramusaji menjadi order ke meja kasir. Mereka yang memulai. Dan berhasil. Namun mereka juga yang akhirnya terakuisi oleh Ray Kroc.

Apa sebab? Mungkin karena mereka berpuas dengan 1 outlet. Mereka merasa bahwa banyaknya outlet akan mempengaruhi standard dan menabrak kualitas.

Tirani Fikiran tersebut menjangkiti pendiri, tetapi tidak untuk Ray Kroc. Beliau hanya berfikir : “bagaimana agar membanyak, dan kualitas tetap terjaga”

Ray Kroc punya ambisi. Ambisi inilah yang mentenagai segala langkah dan upaya. Saran Saya, alangkah baiknya Anda berinvestasi waktu menonton The Founder. Usahakanlah dapat menonton filmnya. Karena pembahasan kita kedepan akan banyak membahas tentang film ini.

Ujung dari semua ini adalah diakuisisinya McD oleh Ray Kroc atas pendiri awal McD : Dick dan Maurice. Tragis. Menurut Saya tragis.

Dick dan Maurice pun, pada akhirnya tidak dapat menggunakan nama McDonalds. Nama yang mereka sematkan sendiri sedari awal. Karena Ray Kroc akhirnya memiliki nama itu.

Ketika Anda menonton The Founder, mungkin Anda akan menilai Ray Kroc yang jahat. Saya pun begitu. Tetapi di sisi lain, Ray Kroc memang membuktikan keaungguhannya dalam membesarkan McD. Sedangkan Dick dan Maurice menikmati menjaga proses di dapur mereka, di outlet kecil McD di San Bernardino, California.

Sudah saatnya kita mengevaluasi diri. Apakah kita memiliki obsesi untuk menumbuhkan bisnis kita sendiri?

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana