mastermind-brand

Oleh Junaedi

“Brand Image” sangat penting bagi kita yang bergerak di bidang bisnis, baik kecil maupun besar. Apapun namanya bisnis/ usaha kita “brand image” sangatlah penting kita bangun guna menciptakan loyalitas konsumen terhadap bisnis kita, minimal bisnis kita dikenal baik oleh masyarakat/konsumen tersebut.

Dalam komunikasi pemasaran (Marketing Communication), iklan dan promosi mempunyai peran sangat penting dalam membangun suatu “brand image”. Beriklan dan promosi mempunyai target “audience” yang sangat luas, sehingga dalam waktu singkat pesan yang ingin disampaikan tentang “brand image” akan lebih diterima oleh masyarakat/konsumen. Dalam melakukan aktifitas bisnis tidak mustahil kita sebagai pelaku bisnis akan melupakan yang namanya iklan dan promosi, darimana konsumen akan mengenal barang jualan kita.

Sadar atau tidak dengan beriklan kita sedang membangun “brand image” tentang bisnis/usaha yang sedang kita jalankan. Ada beberapa contoh yang bisa kita lakukan dalam membangun sebuah “brand image”:

1. Desain kemasan, termasuk tulisan/pesan yang ingin disampaikan.

2. Event, Promosi di toko, promosi di tempat umum dan kegiatan “below the line” lainnya.

3. “Publik Relations” iklan yang bersifat tidak langsung.

4. Kegiatan-kegiatan sosial untuk komunitas atau “Corporate Social Responsibility” (CSR)

5. “Customer Service” juga sangat berperan penting dalam membangun “brand image”, tugasnya adalah bagaimana cara menangani keluhan, masukan konsumen sebelum dan setelah terjadi transaksi.

6. Karyawan yang bekerja di bagian lini terdepan (front liners) apakah sebagai penjual, kasir, resepsionis dll, sangat berperan penting dalam membangun suatu “brand image” suatu perusahaan.

7. Personal branding juga ikut andil dalam pembentukan “brand image” perusahaan, apalagi kita sebagai pelaku bisnis yang “one man show” juga sekaligus menjadi sebagai kreator dari bisnis kita.

Baik buruknya dari semua jenis komunikasi di atas tergantung dari kegiatan suatu perusahaan, semuanya dapat dikontrol/ dikendalikan. Komplikasi justru akan muncul dari kegiatan-kegiatan seputar “brand” oleh pihak lain yang tidak bisa dikontrol oleh perusahaan (owner) misalnya komunikasi oleh konsumen langsung. Mereka bisa menyebarkan kepada “network”nya berita atau pengalaman yang kurang menyenangkan yang mereka alami saat bertransaksi yang diwakili oleh banyak hal termasuk pelayanan oleh “front liners” di perusahaan. Promosi dari “mulut ke mulut” adalah salah satu jenis komunikasi/promosi yang sangat efektif juga sangat berbahaya apabila itu menyangkut publisitas buruk.

Keberadaan internet dari hari ke hari yang makin booming dan hampir semua orang terbiasa dengan yang satu ini. Di satu sisi sangat menguntungkan kita sebagai pelaku bisnis tapi di sisi lain menjadi bumerang. Kecepatan penyebaran berita bias berlipat-lipat hanya dalam satu klik. Mereka pengguna internet bisa menuliskan pengalaman bertransaksi dengan “brand” dari sudut pandang mana saja, tanpa bisa diatur-atur seperti halnya berhubungan dengan tradisional media.

Jadi, pada dasarnya perusahaan (owner) perlu memperhatikan suatu elemen komunikasi dalam bentuk apapun yang menghubungkan konsumen dengan “brand image” perusahaan. Minimalkan kemungkinan terjadinya ketidakpuasan pelanggan/konsumen sehingga berita seputar “brand” selalu merupakan berita baik. Dengan demikian akan terjadi hubungan yang harmonis antara konsumen dan perusahaan.

Mari kita bangun “brand image” tentang usaha/bisnis kita masing-masing sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita. Saya yakin dengan terbentuknya “brand image” yang baik dan kuat masyarakat/konsumen pun akan loyal terhadap bisnis kita.

Terakhir yang ingin saya sampaikan disini adalah berdo’a dan berdo’a kepada sang pencipta alam semesta karena berkat kehendakNyalah kita dan bisnis kita lahir. Jadi manfaatkanlah karunia ini sebaik-baiknya, gunakan segala peluang yang ada sesuai dengan kemampuan masing.

Semoga bermanfaat bagi teman TDA dan MM Jaksel khususnya bagi saya pribadi dan keluarga.

Salam sukses,

Junaedi
www.maximart.co.cc