Telah hampir 10 tahun saya berkecimpung dalam dunia business coaching, terutama ketika meng-coach para business ownersleaders baik dari perusahaan skala regional, nasional dan multinasional. Selama itu saya menemukan beberapa penyakit yang membuat perusahaan atau organisasinya tidak bergerak maju.

5 (lima) diantara penyakit-penyakit itu adalah: Pertama, not 100% Participation. Anggota team tidak berpartisipasi sepenuhnya pada program-program perusahaan. Mereka memberikan energi seadanya dalam pekerjaannya. Mereka tidak fokus, tidak bersungguh-sungguh, sehingga hasilnya tidak optimal.

Bayangkan, ada diantara Anda yang sedang sakit karena infeksi bakteri. Oleh dokter diminta minum antibiotik dengan dosis 10 miligram per kilogram berat badan. Namun Anda hanya mau minum dengan dosis 9 miligram per kilogram berat badan Anda. Apakah Anda akan sembuh? Tentu tidak, penyakit akan tetap bersarang di tubuh Anda karena resisten! Organisasi tidak akan mencapai target/goal yang telah ditentukannya, ketika ada diantara anggotanya tidak berpartisipasi 100%. Ketika Anda tidak 100%, hasilnya tidak akan pernah mencapai 100%.

Kedua, I Know that. Anggota organisasi  merasa pintar alias sok tahu. Biasanya, orang yang sudah merasa tahu, ia berhenti mencari tahu. Padahal, kenyataan di dunia ini, segala sesuatu cepat berubah. Lanskap bisnis berubah. Persepsi pasar berubah. Peta industri berubah. Semuanya tidak ada yang tetap, mereka mengalami perubahan.

Apa jadinya jika Anda merasa sudah tahu segalanya? Biasanya, orang seperti ini tidak mau belajar, tidak mau mengembangkan diri. Akibatnya, diri Anda akan tetap melakukan sesuatu dengan cara-cara lama yang bisa jadi sudah tidak relevan dengan perkembangan bisnis sekarang. Hasilnya? Tunggu saja kehancuran bisnis Anda!

Ketiga, I don’t care. Sangat berbahaya ketika ada anggota organisasi yang cuek terhadap program-program perusahaan. Apakah Anda pernah mendengar di organisasi Anda ada orang yang berkata: “Itu bukan urusanku.” Atau “Terserah..Ini bukan perusahaan nenek moyang gue.” Silakan Anda tebak, seperti apa kondisi perusahaan yang di dalamnya banyak orang yang tidak peduli pada pencapaian kinerja perusahaan, tetapi hanya peduli pada dirinya sendiri?

Keempat, It will not work. Ketika organisasi memperkenalkan program-program baru untuk perbaikan kinerja. Bisa jadi ada diantara anggota team yang pesimis. Ia bilang, “…alaah…nggak akan jalan, paling-paling cuman hangat-hangat tahi ayam…”“ada-ada saja, dulu nggak ada gini gitu juga udah jalan..”.  “program itu nggak cocok di sini, cocoknya untuk perusahaan asing…”.

Jika ada di perusahaan Anda orang semacam itu, saya berani jamin, program-program apapun yang akan dan sedang Anda kembangkan, tidak akan memberikan hasil seperti yang Anda bayangkan.

Kelima, Let just see. Let’s just see dalam bahasa jawa dello’ si’ atau titenono. Bagaimana rasanya ketika Anda bekerja bersungguh-sungguh sementara ada rekan Anda yang hanya menjadi penonton? Ciri khas penonton, ia hanya pintar berkomentar, berteriak yang kadang memaki pemain. Tapi ia tidak bisa menunjukkan bahwa ia mampu melakukan lebih baik dari pemain di lapangan.

Apakah di organisasi Anda banyak orang yang hanya sekedar jadi penonton, sementara anggota tim Anda yang lain berjuang keras untuk menghasilkan sesuatu buat perusahaan?

Samsul Arifin

www.hidupberkah.com