solar

Seberapa banyak tabungan energi mu di alam semesta ?

Entah kenapa tiba-tiba hari ini Saya serasa ditumbukkan dengan pencarian atas pertanyaan terbesar saya selama ini, “Bagaimana ceritanya koq saya sampai pada titik perjalanan ini”

Lahir, sekolah, kuliah, pacaran dan berkarir di Bandung memberikan gambaran bahwa saya hanya akan tinggal dan berkarya di Bandung saja. Tapi ada sesuatu yang “melemparkan” saya ke Ibukota, terseok-seok dan belajar dari pengalaman untuk survive di Jakarta. Sebuah pengalaman yang tidak manis namun bukan pula pil pahit.

Bekerjapun begitu, awal karir di AC Nielsen Bandung di bidang riset , ditarik ke Sanbe farma-perusahaan obat, ditawari Markplus divisi Education, tertantang oleh International College, menantang diri sendiri membuatkan perusahaan untuk beberapa teman, direkrut oleh perusahaan franchaise dari Swiss sebelum akhirnya memproklamirkan diri mendirikan THE CHAPTER – learning center.

Ini rasanya bukan seperti kata beberapa teman “mengalir mengikuti air”, tapi saya serasa setiap kali mempertanyakan pada sang Maha pencipta mengapa diri ini “ada”, setiap kali itu pula terkuak satu jalan setapak baru yang saya rasakan memang disediakan untuk seorang irwan rahman.

Jawabannya diberikan oleh teman saya, sang pengembara raya, pak Jamil Azzaini. Hari itu saya di “jemput”, didudukkan dan dibukakan kunci atas pertanyaan terbesar saya, persis didepan mata saya, tertulis besar diatas layar “TABUNGAN ENERGI”.

Sang pengembara raya menyatakan bahwa seperti halnya hukum kekekalan energi, tidak ada energi yang hilang, yang ada hanyalah energi yang berubah bentuknya.

Setiap usaha yang kita lakukan maka hasilnya akan sebanding dengan usaha yang telah kita keluarkan. Jika apa yang kita dapatkan hasilnya tidak sama dengan energi yang telah kita keluarkan, maka selisih energi tersebut sebetulnya tidak terbuang sia-sia akan tetapi hanya berubah bentuk menjadi TABUNGAN ENERGI. namun seperti tabungan kita, kadangkala tabungan energi kita positif dan tidak jarang pula yang kita tabung hanyalah energi negatif saja.

Energi positif didapat ketika kita melakukan perbuatan positif seperti bekerja, mengajar,berdagang, belajar, menebar rahmat,membantu seseorang menyeberang jalan hingga memungut kerikil dan membuangnya kepinggir jalan agar tidak melukai kaki orang lain, semuanya adalah beberapa tindakan positif.

Seperti Bank dimanapun juga, ketika tabungan energi positif kita telah terkumpul di alam semesta dengan berlimpah, akan mudah bagi kita untuk “menagihnya” dan dibayarkan dengan mata uang yang sesuai dengan permintaan kita – Harta,Tahta, Kata atau Cinta-.

Banyak sekali kemudahan yang telah diberikanNya atas diri ini. ketika di cocokkan dengan formulasi “tabungan energi” ternyata memang sesuai.

Formulasi ini memang tidak akan merubah semua yang telah saya dapatkan, namun mendorong untuk menabung secara intens dan signifikan agar di akhir tahun balance sheet tidak tekor tertutup oleh tabungan energi negatif.

Terimakasih yang tulus diberikan pada sobat kang Imam S yang telah menjemput dan mempertemukan. Juga untuk Kang Jamil Azzaini yang atas rencanaNya dan kuasaNya memberikan jawaban atas pertanyaan2 ini.

Semoga hari ini memberikan semangat baru untuk membudayakan gemar menabung.

Amin.

Irwan Rahman The Chapter

thechaptercourse.co.cc